Fungsi Kalsium Dalam Tubuh

KALSIUM DALAM SISTEM BIOLOGI

 

  1. A.    Kalsium

 

Kalsium (Ca) merupakan makroelemen yang esensial. Unsur ini berbentuk Ca2+ yang sering dijumpai dalam garam CaCO3 dan Ca(PO4 )2 . Kedua garam ini tidak larut dalam air dan sangat penting dalam pembentukan struktur biologi pada makhluk hidup. Kedua bentuk garam tersebut mampu mengkoordinasi bentuk senyawa stabilitas termodinamik, terutama dengan donor O atau donor O dan N polidentat. Kemampuan tersebut seperti terlihat dalam ikatannya dengan ion EDTA menjadi Ca(EDTA)2- yang termasuk dalam sejumah protein tertentu. Kandunganb kalsium yang tinggi sering berhubungan dengan bentuk dari OH dan PO43-. Ion Ca2+ juga ditemukan berhubungan silang dengan sel serabut dari kolagen protein yang merupakan konstituen dalam jumlah besar dari matriks organik tulang.

Gambar 1. Kompleks Ca[EDTA]2-

  1. B.     Uptake Kalsium dalam Tubuh

 

Absorbsi Ca terjadi di usus halus. Terdapat dua jalur dalam uptake kalsium dalam tubuh. Jalur transeluler terjadi pada proksimal intestinal terutama pada duodenum. Jalur paraseluller terjadi di sepanjang usus kecil terutama pada ileum dan jejunum. Suatu senyawa organikt dapat menurunkan absorpsi kalsium, karena menurunkan waktu transit makanan dalam saluran cerna, sehingga menurunkan kesempatan untuk absorpsi. Contohnya adalah serat,  asam oksalat dan asam fitat. Kalsium dan asam okasalat akan membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut. Asam oksalat banyak ditemukan dalam bit yang masih hijau, bayam rhubarb dan coklat. Asam fitat banyak terkandung dalam bekatul gandum merah. Penyerapan kalsium dipengaruhi umur dan kondisi tubuh. Pada usia kanak-kanak atau masa pertumbuhan, sekitar 50-70% kalsium yang dicerna dan diserap. Tetapi pada usia dewasa, hanya sekitar 10-40% yang mampu diserap tubuh.

 

 

  1. C.    Transport Kalsium dalam Tubuh

 

Transport kalsium dengan jalur paraseluler yaitu melalui tight junction yang ada di antara sel epitel. Fisiologi dari metabolisme kalsium terutama diarahkan terhadap pemeliharaan konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler. Konsentrasi ini diatur dan dipelihara oleh hormon paratiroid. Hormon ini meningkatkan reabsorpsi kalsium di renal tubular, dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus dengan merangsang produksi 1,25-dihydroxy vitamin D atau kalsitriol.

1,25-dihydroxy vitamin  D atau kalsitriol mempunyai efek meningkatkan absorpsi kalsium dengan cara merangsang sintesis protein pengikat kalsium pada mukosa usus halus kemudian diransfer ke plasma darah. Kalsitriol di dalam tulang bersama hormon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dari permukaan tulang ke dalam darah.

 

  1. D.    Storage Kalsium dalam Tubuh

 

Mineral tulang berfungsi sebagai reservoir utama untuk sirkulasi kalsium pada cairan ekstraseluler. Kalsium memasuki cairan ekstraseluler dari saluran pencernaan dengan absorpsi dan dari tulang dengan resorpsi. Kalsium meninggalkan cairan ekstraseluler melalui saluran pencernaan, ginjal dan kulit, serta masuk ke dalam tulang melalui formasi tulang (pembentukan tulang).

 

  1. E.     Interaksi Kalsium dengan Logam Lain

 

Biasanya dalam tubuh, Ca memiliki hubungan sangat erat dengan logam Cd dengan adanya gejala itai-itai disease pada orang. Ciri khas dari penyakit ini adalah terganggunya kalsifikasi pada tulang, rasa sakit pada tulang belakang dan kerapuhan tulang kaki sehingga penderita menjadi lemah. Cd dapat merusak sel epitel usus, di samping juga merusak reseptor vitamin D sehingga menurunkan daya absorpsi  Ca. Pada tulang, Cd biasanya tertimbun dalam jaringan osteosit yang berpengaruh terhadap proses kalsifikasi, dekalsifikasi dan pembentukan tulang. Pada hewan yang diberi makan Cd akan menaikkan enzim serum alkalin fosfatase sehingga kekuatan dan kepadatan tulang akan menurun. Pemberian Ca dosis tinggi dapat mencegah absorpsi terhadap Cd.

 

  1. F.     Kalsium dalam Air Laut

 

Pada air laut, kalsium berbentuk garam karbonat (CaCO3 ) yang dapat menaikkan pH air mencapai angka 7 sampai 8. Pada kondisi tersebut, hewan air dapat tumbuh normal. Kalsium juga digunakan udang dan crustacea lain dalam pembentukan kulit dimana 38,7% terdiri dari zat organik yang mengandung 98,5% kalsium. Kalsium ini diperoleh dari air lalu tertimbun dalam kulit. Pertukaran kalsium antara cairan tubuh dan air laut terjadi di insang.

 

  1. G.    Fungsi Kalsium

 

  1. 1.      Pembentukan Tulang

Kalsium bersama vitamin D dan fosfor membentuk matriks tulang, pembentukan ini dipengaruhi oleh vitamin D. Setelah diaktifkan, vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dari usus dan merangsang ginjal untuk menyerap kembali kalsium dari urin kembali ke aliran darah. Vitamin D didapat dari sinar matahari dimana vitamin ini diproduksi oleh sinar ultraviolet pada bentuk tidak aktif di kulit. Vitamin ini diubah dan disimpan dan diubah lagi menjadi bentuk aktif di dalam hati dan ginjal. Setelah diaktifkan, vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dari usus dan merangsang ginjal untuk menyerap kembali kalsium dari urin kembali ke aliran darah. Jadi, jumlah vitamin D sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan keseimbangan kalsium.

 

  1. 2.      Penggumpalan Darah

 

Fungsi penting dari Ca di luar sel (ekstraseluler) ialah mencegah terjadinya penggumpalan darah, gumpalan ini adalah protein darah yang tidak larut.

  1. 3.      Kontraksi Otot

 

Kontraksi otot merupakan proses yang kompleks dimana terjadinya perubahan permeabilitas membran sehingga Ca2+ terbebaskan dan menyebabkan kontraksi. Kontraksi otot tersebut melibatkan kompleks kalsium-troponin. Kompleks ini terbentuk antara kalsium dengan protein.

  1. 4.      Katalisator

 

Kalsium juga berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi biologis, seperti absorpsi vitamin B12, sebagai enzim pemecah lemak, lipase pankreas, ekskresi insulin oleh pancreas, pembentukan dan pemecahan asetilkolin, yaitu bahan yang diperlukan dalam transmisi suatu rangsangan dari serabut syaraf yang satu ke yang lainnya. Kalsium yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi ini diambil dari persediaan kalsium dalam tubuh.

 

 

  1. H.    Kecukupan Gizi Kalsium

 

No. Kelompok Umur Kebutuhan Ca (mg/hari)
1. Bayi (bulan)
0-6 200
7-12 400
2. Anak (tahun)
1-6 500
7-9 600
3. Pria (tahun)
10-18 1000
19-65 800
4. Wanita (tahun)
10-50 1000
Hamil dan menyusui 1200-1500
menopause 1500

 

 

  1. I.       Kekurangan Kalsium dalam Tubuh

 

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan:

1. Karies dentis (kerusakan gigi).

2. Pertumbuhan tulang menjadi tidak sempurna.

3. Sukar terjadi penggumpalan darah.

4. Terjadinya kekejangan otot

  1. J.      Kelebihan Kalsium dalam Tubuh

 

Konsumsi kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan sulit buang air besar (konstipasi) dan menggnggu penyerapan mineral seperti zat besi, seng, dan tembaga. Kelebihan kalsium jangka panjang akan menyebabkan resiko hiperkalsemia, batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu konsumsi kalsium dianjurkan tidak lebih dari 2500 mg/hari.

 

  1. K.    Makanan Sumber Kalsium

 

  • Ikan teri
  • Susu dan keju
  • Sarden kaleng
  • Udang kering
  • Bayam
  • Pok coy
  • Kangkung

About chemzone

kimia 2009

Posted on July 9, 2012, in Kimia Anorganik, Senyawa Kompleks. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: